Keterlibatan akademisi Program Studi Kehutanan Universitas Muhammadiyah Sorong dalam kegiatan sosialisasi perizinan berusaha pemanfaatan Hutan

Keterlibatan akademisi Program Studi Kehutanan Universitas Muhammadiyah Sorong dalam kegiatan sosialisasi perizinan berusaha pemanfaatan hutan yang diselenggarakan oleh PT. Salawati Hijau Lestari merupakan bentuk nyata dari tanggung jawab keilmuan dalam mendukung tata kelola hutan yang lestari, adil, dan berbasis hukum.

Partisipasi aktif ini mencerminkan komitmen perguruan tinggi dalam menjembatani kepentingan antara pelaku usaha, masyarakat adat, dan pemerintah dalam satu ruang dialog yang konstruktif. Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 14 Mei 2025 di Aston Sorong ini menjadi momentum penting dalam memperkuat prinsip kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan pengelolaan hutan yang berkelanjutan.

Hadir dalam kegiatan ini tokoh-tokoh adat yang memiliki peran penting dalam pengambilan keputusan atas wilayah adat, antara lain Kepala Suku Adat Tehit, Kepala Suku Besar Immeko yang juga merupakan Bupati Sorong Selatan, Kepala Suku Inanwatan, dan Kepala Suku Kokoda Utara. Keterlibatan para pemangku kepentingan adat ini menunjukkan bahwa pengelolaan hutan tidak dapat dipisahkan dari aspek sosial dan budaya masyarakat setempat. Di sisi lain, kehadiran Pemerintah Daerah Provinsi Papua Barat Daya menjadi bukti dukungan regulatif dan administratif terhadap proses perizinan yang transparan dan partisipatif.

Program Studi Kehutanan Universitas Muhammadiyah Sorong dalam hal ini tidak hanya hadir sebagai pengamat, tetapi juga sebagai mitra ilmiah yang berkontribusi dalam memberikan perspektif akademik terhadap aspek ekologis, sosial, dan hukum dari proses pemanfaatan hutan. Melalui sinergi ini, diharapkan bahwa pemanfaatan sumber daya hutan tidak hanya mengejar aspek ekonomi semata, melainkan juga memperhatikan pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat adat yang hidup berdampingan dengan kawasan hutan.

Dengan pendekatan lintas ilmu dan berbasis kearifan lokal, kegiatan ini menjadi cerminan ideal bagaimana perguruan tinggi, pelaku usaha, dan komunitas lokal dapat berjalan beriringan dalam merancang masa depan kehutanan yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan.
Sumber : Ir. Irnawati,. S.Hut,. M.P (Kaprodi Kehutanan)